Blogger Widgets

ZARMI SUKSES


web widgets

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM

SELAMAT DATANG DI STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - RAIH MASA DEPANMU BERSAMA STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM - TERDEPAN - MODEREN - DAN - ISLAMI, - KALAU ADA KRITIKAN YANG MEMBANGUN SILAKAN DIKIRIMKAN KE KAMI - DAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Jumat, 23 Januari 2015

CARA MEMBUAT DATA BARU DI MYOB

CARA MEMBUAT DATA BARU DI MYOB

Proses Pembentukan Data Baru pada MYOB Accounting

Pertemuan I

1. Dasar MYOB

MYOB kepanjangan dari Mind Your Own Business, program aplikasi sangat membantu kinerja bagian admnistrasi dalam menyelesaikan pekerjaan akuntansi di perusahaan. MYOB Accounting adalah aplikasi akuntansi yang populer saat ini. MYOB Accounting memfokuskan pada perusahaan jasa dan dagang disamping jenis perusahaan yang lain pun bisa juga diterapkan. Paling cocok aplikasi ini diterapkan pada perusahaan menengah kebawah, untuk perusahaan besar rasanya tidak memadai, karena biasanya perusahaan besar jumlah transaksinya sangat komplek sehingga biasanya mempunyai program yang dirancang sendiri sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut.Ada beberapa alasan kenapa kita harus menggunakan software ini dalam perusahaan, antara lain :

1. Mempunyai tampilan yang user friendly, karena transaksinya berfiat sederhana dan berupa gambar-gambar sehingga untuk pemula pun akan sangat mudah untuk memahaminya.
2. Mempunyai kemampuan export data ke program excel, sehingga laporan nya bisa juga di cetak di program excel.3. Dapat diterapkan untuk 105 jenis perusahaan yang disediakan.
4. Mempunyai laporan keuangan yang sangat banyak termasuk setting pajak serta menampilkan analisa dalam bentuk grafik.

Prosedur Sistem Kerja MYOB Accounting :
Dimulai dari Pembuatan Data Perusahaan
1. Entri Data Saldo Awal Periode Perusahaan
2. Entri Data Bukti Transaksi Perusahaan
3. Entri Data Penyesuaian (Akhir Periode) Perusahaan
4. Mencetak Laporan Keuangan dan Laporan lainnya.

Berikut penjelasan secara singkat prosedur sistem kerja MYOB Acconting :
 
Ad.1. Pembuatan Data Perusahaan (prosesnya akan dijelaskan dibawah ini)
Dimulai dari :
a. Identitas Perusahaan
b. Memasukkan Periode Akuntansi, Awal dan Akhir Tahun Pembukuan
c. Cara Pembuatan Bangan Akun Perusahaan
d. Folder Lokasi Penyimpanan Data Perusahaan
e. Membuat Data Akun baik secara Import dari data lain maupun proses satu persatu
f. Mengatur Proses Linked Account
g. Menghapus Akun yang tidak perlu jika ditemukan
h. Membuat Kode Pajak Perusahaan (PPN 10% dengan Linked ke PPN Keluaran & Masukan)
i. Membuat Nama Produk dan atau Persediaan Barang Perusahan (jika perusahaan dagang)
j. Membuat Nama Pelanggan Perusahan
k. Membuat Nama Pemasok Perusahaan

Ad. 2. Entri Data Saldo Awal Periode Perusahaan
Dimulai dari :
a. Pembentukan Saldo Awal Neraca Perusahaan
b. Pembentukan Saldo Awal Piutang Perusahaan
c. Pembentukan Saldo Awal Hutang Perusahaan
d. Pembentukan Saldo Awal Persediaan Perusahaan
(baik secara kuantitas maupun secara harga pokok)

Ad. 3. Entri Data Bukti Transaksi Perusahaan
Dimulai dari :
a. Proses Jurnal Pembelian
b. Proses Jurnal Penjualan
c. Proses Penerimaan Kas (dari sisi Piutang maupun selain dari Piutang)
d. Proses Pengeluaran Kas (dari sisi Hutang maupun selain dari Hutang)
e. Proses Pembentukan Jurnal Umum

Ad. 4. Entri Data Penyesuaian (Akhir Periode) Perusahaan
Dengan penerapan Modul Accounts - Record Journal Entry (akan dijelaskan pada pertemuan berikut)

Ad. 5. Mencetak Laporan Keuangan dan Laporan lainnya
Dengan penerapan Modul Accounts - Reports (akan dijelaskan pada pertemuan berikut)

MYOB ini berjalan dibawah sistem operasi windows dan sebaiknya windows yang lebih tinggi seperti Vista, XP, 7 dan lain-lain. Setelah di install di komputer kamu, maka jalankan software aplikasi MYOB tersebut maka akan tampil gambar sebagai berikut.



Penjelasan dari gambar diatas sebagai berikut :
1. Open berfungsi untuk membuka file yang sudah dibuat sebelumnya.
2. Create digunakan untuk merancang file yang baru.
3. Explore digunakan untuk membuat file dengan menggunakan contoh perusahaan yang disediakan oleh program.
4. What’s New untuk melihat atau mencari informasi yang baru seputar program Myob
5. Exit berguna untuk keluar dari Program Myob.


2. Setting Awal Myob Pembentukan Data Perusahaan Baru

Pada awal kita buka program MYOB Accounting (dalam hal ini kita gunakan Versi 18), maka akan diperlihatkan sebuah tampilan dengan beberapa pilihan yang disediakan. Untuk selanjutnya kita akan membuat file untuk perusahaan bar, langkahnya sebagai berikut :
1. Pilih Create, kemudian akan tampil gambar sebagai berikut.

 
2. Klik Nextsaja, karena itu adalah informasi awal program MYOB.
3. Langkah berikutnya adalah isi data perusahaan, termasuk nama Perusahaan, alamat, No. Telepon, Fax dam Email, atau dapat juga hanya diisi nama perusahaan dan alamat perusahaan, lalu klik Next.

 
4. Langkah berikutnya adalah setting periode Akuntansi.

 
Untuk setting diatas, anda harus pastikan settingan tahun benar yaitu 2009 dan settingan bulan juga harus tepat yaitu di akhiri bulan desember pada Last month of financial (bulan akhir periode akuntansi) serta bulan Januari pada Conversion Month (bulan awal periode akuntansi). Karena kalau anda sala, makapada waktu menjurnal nantinya akan berpengaruh. Kemudian klik Next.
5. Maka akan tampil informasi yag telah di set tadi. Pada tahap ini cukup klik Next saja.

 
6. Pada langkah ini anda diperlihatkan 3 pilihan untuk memilih Perkiraan.
Pilihan pertama = bila menggunakan perkiraan dari program Myob
Pilihan kedua = bila ingin mengimpor perkiraan dari perusahan lain / file lain
Pilihan ketiga = bila ingin membuat sendiri perkiraan tersebut.
Anda boleh memilih apa saja, karena nantinya akan anda set juga perkiraannya, standarnya pilih saja No. 2 (untuk mengimport data akun dari Excel) lalu klik Next.

 
7. Kemudian lakukan tempat/lokasi penyimpanan data anda dengan mengklik Change, utamakan disimpan di drive Local Data(D) dengan Folder baru.

 
Setelah itu, silahkan klik Next. maka tampil proses dari settingan awal file anda.
9. Kemudian pada pilihan terakhir , pilih Command Center.

 
10.Setelah anda klik Command Center maka akan muncul tampilan awal file anda seperti gambar dibawah ini :


Demikian settingan awal dalam membuat file data perusahaan baru pada MYOB.
Sangat mudahkan ... untuk pertemuan kedua akan ditampilkan pada pertemuan berikutnya.

"Dengan banyak belajar dan latihan maka kamu akan menguasai ilmu tersebut dengan sempurna".
Semoga berhasil!

Kerangka Dasar Penyusunan & Penyajian Laporan Keuangan

Kerangka dasar ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pemakai eksternal. Tujuan kerangka dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi:
  1. komite penyusun standar akuntansi keuangan, dalam pelaksanaan tugasnya
  2. penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan
  3. auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan
  4. para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informaL yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
Kerangka dasar ini bukan standar akuntansi keuangan dan tidak mendefinisikan standar untuk permasalahan pengukuran atau pengungkapan tertentu. Dalam hal terdapat pertentangan antara kerangka dasar dan standar akuntansi keuangan, maka ketentuan standar akuntansi keuangan yang harus diunggulkan relatif terhadap kerangka dasar ini. Namun berhubung kerangka dasar ini dimaksudkan sebagai acuan bagi komite penyusun standar akuntansi keuangan dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di masa depan dan dalam peninjauan kembali terhadap standar akuntansi keuangan yang berlaku, maka banyaknya kasus konflik tersebut akan berkurang dengan berjalannya waktu.
Ruang Lingkup
Kerangka dasar ini membahas tentang :
  1. tujuan laporan keuangan
  2. karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan
  3. definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan dan
  4. konsep modal serta pemeliharaan modal.
Kerangka dasar ini membahas laporan keuangan untuk tujuan umum termasuk laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai. Beberapa di antara pemakai ini memerlukan dan berhak untuk memperoleh informasi tambahan di samping yang tercakup dalam laporan keuangan. Namun banyak pemakai sangat tergantung pada laporan keuangan sebagai sumber utama informasi keuangan, karena itu laporan keuangan tersebut seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka. Laporan keuangan dengan tujuan khusus seperti prospektus, dan perhitungan yang dilakukan untuk tujuan perpajakan tidak termasuk dalam kerangka dasar ini.
Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.
Kerangka dasar ini berlaku untuk laporan keuangan bagi semua jenis perusahaan komersial, baik sektor publik maupun sektor swasta. Perusahaan pelapor adalah perusahaan yang laporan keuangannya digunakan oleh pemakai yang mengandalkan laporan keuangan tersebut sebagai sumber utama informasi keuangan perusahaan.
Pemakai laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditur usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaganya, dan masyarakat. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. Beberapa kebutuhan ini meliputi :
  1. Investor : Penanam modal berisiko dan penasehat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
  2. Karyawan : Karyawan tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
  3. Pemberi pinjaman : Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  4. Pemasok dan kreditur usaha lainnya : Pemasok dan kreditur usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman.
  5. Pelanggan : Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama jika terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada, perusahaan.
  6. Pemerintah : Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
  7. Masyarakat : Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum. Dengan demikian tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakai. Manajemen perusahaan memikul tanggung jawab utama dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan. Manajemen juga berkepentingan dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meskipun memiliki akses terhadap informasi manajemen dan keuangan tambahan yang membantu dalam melaksanakan tanggung jawab perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Manajemen memiliki kemampuan untuk menentukan bentuk dan isi informasi tambahan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun demikian, pelaporan informasi semacam itu berada di luar ruang lingkup kerangka dasar ini. Bagaimanapun juga, laporan keuangan yang diterbitkan didasarkan pada informasi yang digunakan manajemen tentang posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan.
1.      Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja setiap perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomik
2.      Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi keuangan yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan
3.      Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
4.      Memberikan pengungkapan mengenai informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan, misalnya informasi mengenai kebijakan akuntansi yang diatur perusahaan, seperti penentuan metode depresiasi dan penilaian persediaan.
- See more at: http://referensiakuntansi.blogspot.com/2012/07/kerangka-dasar-penyusunan-penyajian.html#sthash.8MTpI4q3.dpuf

Kerangka Dasar Penyusunan & Penyajian Laporan Keuangan

Kerangka dasar ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pemakai eksternal. Tujuan kerangka dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi:
  1. komite penyusun standar akuntansi keuangan, dalam pelaksanaan tugasnya
  2. penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan
  3. auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan
  4. para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informaL yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
Kerangka dasar ini bukan standar akuntansi keuangan dan tidak mendefinisikan standar untuk permasalahan pengukuran atau pengungkapan tertentu. Dalam hal terdapat pertentangan antara kerangka dasar dan standar akuntansi keuangan, maka ketentuan standar akuntansi keuangan yang harus diunggulkan relatif terhadap kerangka dasar ini. Namun berhubung kerangka dasar ini dimaksudkan sebagai acuan bagi komite penyusun standar akuntansi keuangan dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di masa depan dan dalam peninjauan kembali terhadap standar akuntansi keuangan yang berlaku, maka banyaknya kasus konflik tersebut akan berkurang dengan berjalannya waktu.
Ruang Lingkup
Kerangka dasar ini membahas tentang :
  1. tujuan laporan keuangan
  2. karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan
  3. definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan dan
  4. konsep modal serta pemeliharaan modal.
Kerangka dasar ini membahas laporan keuangan untuk tujuan umum termasuk laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai. Beberapa di antara pemakai ini memerlukan dan berhak untuk memperoleh informasi tambahan di samping yang tercakup dalam laporan keuangan. Namun banyak pemakai sangat tergantung pada laporan keuangan sebagai sumber utama informasi keuangan, karena itu laporan keuangan tersebut seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka. Laporan keuangan dengan tujuan khusus seperti prospektus, dan perhitungan yang dilakukan untuk tujuan perpajakan tidak termasuk dalam kerangka dasar ini.
Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.
Kerangka dasar ini berlaku untuk laporan keuangan bagi semua jenis perusahaan komersial, baik sektor publik maupun sektor swasta. Perusahaan pelapor adalah perusahaan yang laporan keuangannya digunakan oleh pemakai yang mengandalkan laporan keuangan tersebut sebagai sumber utama informasi keuangan perusahaan.
Pemakai laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditur usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaganya, dan masyarakat. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. Beberapa kebutuhan ini meliputi :
  1. Investor : Penanam modal berisiko dan penasehat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
  2. Karyawan : Karyawan tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
  3. Pemberi pinjaman : Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  4. Pemasok dan kreditur usaha lainnya : Pemasok dan kreditur usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman.
  5. Pelanggan : Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama jika terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada, perusahaan.
  6. Pemerintah : Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
  7. Masyarakat : Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum. Dengan demikian tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakai. Manajemen perusahaan memikul tanggung jawab utama dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan. Manajemen juga berkepentingan dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meskipun memiliki akses terhadap informasi manajemen dan keuangan tambahan yang membantu dalam melaksanakan tanggung jawab perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Manajemen memiliki kemampuan untuk menentukan bentuk dan isi informasi tambahan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun demikian, pelaporan informasi semacam itu berada di luar ruang lingkup kerangka dasar ini. Bagaimanapun juga, laporan keuangan yang diterbitkan didasarkan pada informasi yang digunakan manajemen tentang posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan.
1.      Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja setiap perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomik
2.      Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi keuangan yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan
3.      Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
4.      Memberikan pengungkapan mengenai informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan, misalnya informasi mengenai kebijakan akuntansi yang diatur perusahaan, seperti penentuan metode depresiasi dan penilaian persediaan.
- See more at: http://referensiakuntansi.blogspot.com/2012/07/kerangka-dasar-penyusunan-penyajian.html#sthash.8MTpI4q3.dpuf

Kerangka Dasar Penyusunan & Penyajian Laporan Keuangan

Kerangka dasar ini merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pemakai eksternal. Tujuan kerangka dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi:
  1. komite penyusun standar akuntansi keuangan, dalam pelaksanaan tugasnya
  2. penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan
  3. auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan
  4. para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informaL yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
Kerangka dasar ini bukan standar akuntansi keuangan dan tidak mendefinisikan standar untuk permasalahan pengukuran atau pengungkapan tertentu. Dalam hal terdapat pertentangan antara kerangka dasar dan standar akuntansi keuangan, maka ketentuan standar akuntansi keuangan yang harus diunggulkan relatif terhadap kerangka dasar ini. Namun berhubung kerangka dasar ini dimaksudkan sebagai acuan bagi komite penyusun standar akuntansi keuangan dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di masa depan dan dalam peninjauan kembali terhadap standar akuntansi keuangan yang berlaku, maka banyaknya kasus konflik tersebut akan berkurang dengan berjalannya waktu.
Ruang Lingkup
Kerangka dasar ini membahas tentang :
  1. tujuan laporan keuangan
  2. karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan
  3. definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan dan
  4. konsep modal serta pemeliharaan modal.
Kerangka dasar ini membahas laporan keuangan untuk tujuan umum termasuk laporan keuangan konsolidasi. Laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai. Beberapa di antara pemakai ini memerlukan dan berhak untuk memperoleh informasi tambahan di samping yang tercakup dalam laporan keuangan. Namun banyak pemakai sangat tergantung pada laporan keuangan sebagai sumber utama informasi keuangan, karena itu laporan keuangan tersebut seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan kebutuhan mereka. Laporan keuangan dengan tujuan khusus seperti prospektus, dan perhitungan yang dilakukan untuk tujuan perpajakan tidak termasuk dalam kerangka dasar ini.
Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.
Kerangka dasar ini berlaku untuk laporan keuangan bagi semua jenis perusahaan komersial, baik sektor publik maupun sektor swasta. Perusahaan pelapor adalah perusahaan yang laporan keuangannya digunakan oleh pemakai yang mengandalkan laporan keuangan tersebut sebagai sumber utama informasi keuangan perusahaan.
Pemakai laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditur usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaganya, dan masyarakat. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. Beberapa kebutuhan ini meliputi :
  1. Investor : Penanam modal berisiko dan penasehat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
  2. Karyawan : Karyawan tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
  3. Pemberi pinjaman : Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  4. Pemasok dan kreditur usaha lainnya : Pemasok dan kreditur usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman.
  5. Pelanggan : Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama jika terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada, perusahaan.
  6. Pemerintah : Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
  7. Masyarakat : Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum. Dengan demikian tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakai. Manajemen perusahaan memikul tanggung jawab utama dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan. Manajemen juga berkepentingan dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan meskipun memiliki akses terhadap informasi manajemen dan keuangan tambahan yang membantu dalam melaksanakan tanggung jawab perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Manajemen memiliki kemampuan untuk menentukan bentuk dan isi informasi tambahan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun demikian, pelaporan informasi semacam itu berada di luar ruang lingkup kerangka dasar ini. Bagaimanapun juga, laporan keuangan yang diterbitkan didasarkan pada informasi yang digunakan manajemen tentang posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan.
1.      Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja setiap perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomik
2.      Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi keuangan yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan
3.      Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
4.      Memberikan pengungkapan mengenai informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan, misalnya informasi mengenai kebijakan akuntansi yang diatur perusahaan, seperti penentuan metode depresiasi dan penilaian persediaan.
- See more at: http://referensiakuntansi.blogspot.com/2012/07/kerangka-dasar-penyusunan-penyajian.html#sthash.8MTpI4q3.dpuf

CARA MEMULAI PROGRAM ZAHIR ACCOUNTING



CARA MEMULAI PROGRAM ZAHIR ACCOUNTING

1. Pembuatan Data Kerja Perusahaan (UNIT USAHA)
Untuk membuat data kerja perusahaan, terlebih dahulu membuka program zahir dengan cara diklik open sehingga muncul tampilan dibawah ini :



Menu Utama

Pada menu utama klik “membuat data baru”, sehingga akan tampil jendela dibawah ini :

2

Catatan : isilah nama perusahaan anda beserta alamat lengkapnya. Klik “lanjutkan”.
Akan tampil jendela berikut ini :

3

Catatan : pada jendela ini anda harus menentukan periode akuntansi dimana anda akan memulai pembukuan. Klik “lanjutkan”
Akan tampil jendela berikut ini :

4

Catatan : jendela ini memberikan informasi akhir dari proses pengisian tentang data perusahaan. Klik “proses” jika sudah benar, dan klik “kembali”, jika masih ada perbaikan lagi, Klik proses. 
Akan tampil jendela berikut ini :

jenis usaha jasa

Catatan : pada jendela ini anda bisa memilih jenis bidang usaha yang akan dijalankan. Bidang usaha ini dicontohkan “Jasa Kontraktor”. . Klik lanjutkan .
Maka akan tampil informasi ini :

6

Catatan : klik “yes”. Akan tampil jendela berikut ini :

7

Catatan : silakan tunggu dimana data kerja dalam proses. akan tampil jendela berikut ini :

8

Catatan : tentukan kode mata uang Rupiah pada tombol “List of Currency”. Penentuan mata uang fungsional dengan mata uang rupiah jika pembukuan dan laporannya Rupiah, dan anda bisa memilih mata uang yang lain disesuaikan dengan kebutuhan laporan .
Setelah memilih klik lanjutkan akan tampil jendela berikut ini :

9

Catatan : klik selesai untuk mengakhiri pembuatan data kerja perusahaan. proses ini menandakan data kerja siap dioperasikan dalam penginputan transaksi.
Berikut tampilan program zahir :


2. Membuat Data Master
Untuk membuat data master, klik modul Data-data. Akan tampil gambar berikut :


data master
A. Data nama dan alamat
Data nama alamat digunakan untuk membuat dan mendata daftar nama-nama pelanggan, supplier , karyawan dan rekanan. Cara pembuatannya dengan cara klik modul data-data, klik data nama dan alamat, klik tombol “baru”. Sehingga akan tampil jendela berikut ini :


11

Catatan : form jendela ini untuk mendata nama pelanggan , supplier, karyawan dan rekanan beserta kelengkapan data dan alamatnya. Pembuatan nama ini masih bisa di edit dan dihapus, jika suatu nama ini sudah dipakai dalam transaksi maka tidak dapat dihapus.

B. Data Rekening.
Program zahir pada dasarnya sudah menyediakan kode akun standar sesuai dengan bidang usaha yang dipilih. Akan tetapi kode akun yang disajikan masih dapat dimodifikasi dengan cara di edit, tambah , dan hapus kode akun. Berikut cara menambah akun baru, caranya klik modul data-data, klik Data rekening, klik tombol “Baru” , maka akan tampil jendela berikut ini :


12

Catatan : dalam pembuatan akun baru, tentukan klasifikasi akun yanag sudah disediakan oleh program dengan benar beserta kode, untuk kode akun secara otomatis ditentukan oleh program , akan tetapi anda dapat menggantinya sesuai dengan kebutuhan. Anda juga dapat membuat tambahan klasifikasi akun dengan cara klik menu setting, klik klasifikasi akun, sehingga akan tampil jendela berikut ini :

13

Catatan : tampilan diatas merupakan hirarki akun yang ada pada program zahir, klik “lanjutkan”. Akan tampil jendela berikut ini :

14

Catatan : tampilan jendela ini merupakan hirarki teratas level 1, klik lanjutkan untuk membuat klasifikasi.

15

Catatan : pada jendela hirarki terendah (level 3) anda dapat mengedit dan menambah klasifikasi yang dibutuhkan, baik klasifikasi harta, kewajiban, modal dan lainnya.
Data pajak pada program zahir digunakan untuk menentukan pajak – pajak yang terkait pada saat penerimaan dan penyerahan barang atau jasa. Salah satunya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPn).
 Untuk membuat data pajak lihat contoh gambar berikut ini :
data pajakzahir
Kode : Isikan dengan kode pajak bersangkutan
 Pajak : Dapat anda isikan dengan nama pajak
 Persentase : Isikan besarnya %tase nilai pajak
 Akun Beli : Isikan kode akun jika data pajak ini digunakan di pembelian
                     Mis : 15510 – Pajak PPn Masukan
 Akun Jual : Isikan kode akun jika data pajak ini digunakan di penjualan
                 Mis : 21510 – Pajak PPn Keluaran
Tekan tombol [Rekam] untuk merekam master data pajak masuk ke dalam program zahir.

3. Penentuan Saldo Awal Akun

Setting Saldo awal akun

Klik Setting > Isi setiap akun sebagai saldo awal sehingga perkiraan Historical Balncing bernilai nol (0), jika tidak maka saldo awal yang anda buat terdapat kesalahan (tidak balance).

Saldo Awal Akun



A. Input Saldo Awal Piutang.
Klik setting > saldo awal piutang usaha, sehingga muncul jendela dibawah ini :


Saldo Awal AR


B. Input Saldo awal Hutang
Klik setting > saldo awal hutang usaha, Caranya sama dengan input saldo awal piutang usaha

Setting Saldo awal AP

Setelah semua langkah diatas,kita sudah bisa memulai input transaksi keuangan di Zahir Accounting.

ZAHIR

untuk informasi lebih lengkap, silahkan download Panduan Pembukuan Mudah Perusahaan Jasa di link berikut:
http://zahir.info/index.php?/sales_zahir/Knowledgebase/Article/View/333/0/pembukuan-mudah-untuk-perusahaan-jasa
Selamat mencoba…!
Sumber : http://www.zahir.info ,  http://www.zahiraccounting.com/id

Rabu, 21 Januari 2015

METODE HARGA POKOK PROSES



METODE HARGA POKOKPROSES





PROCESS COSTING
  1. Tujuan produksi adalah untuk mengisi persediaan di gudang dimana proses produksi dilakukan terus-menerus.
  2. Produk yang dihasilkan bersifat homogen dan bentuknya standar.
  3. Harga pokok produksi dihitung pada akhir periode, misalkan setiap akhir bulan.
  4. BBB dan BTK yang diperhitungkan sebagai harga pokok produk adalah biaya sesungguhnya dikeluarkan
  5. BOP yang diperhitungkan sebagai harga pokok produk adalah BOP yang sesungguhnya dikeluarkan atau BOP yang dibebankan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.
  6. Media yang digunakan untuk mengumpulkan biaya produksi adalah Laporan Harga Pokok Produksi
Aliran Produksi Secara Fisik
o  Aliran Produk Berurutan (Sequential Product Flow)
o  Aliran Produk Paralel (Parallel Product Flow)
o  Aliran Produk Selektif (Selective Product Flow)

Dalam Laporan Harga Pokok Produksi disajikan 3 jenis informasi :
Ø  Data Produksi
Ø  Biaya Dibebankan
Ø  Perhitungan Harga Pokok

Harga pokok per unit dihitung dengan rumus berikut :
                                                Jumlah biaya
                                                Harga Pokok per unit    =
                                                Unit setara
Unit setara (produksi ekuivalen) adalah jumlah produksi dimana produk dalam pengolahan dinyatakan dalam ukuran selesai.

Rumus :
Unit Setara = Produk Selesai + (PDP Akhir x Tingkat Penyelesaian)

o  Pengolahan Produk hanya melalui satu tahapan pengolahan
o  Pengolahan produk melalui beberapa tahapan pengolahan

C.1. Pengolahan Produk Melalui Satu Departemen Produksi
Contoh : PT. ABC
                PT. ABC mengolah produk melalui satu tahap produksi dengan menggunakan metode harga pokok proses. Data produksi sbb:

Bahan Baku       Rp. 30.000
Tenaga Kerja      Rp.29.000
BOP                      Rp. 14.500

Data Produksi                              
Produk masuk proses                    : 15.000 unit
Produk Dalam Proses Akhir :            2.500 unit

BBB 100 %,   BTK 80 % , & BOP 80 %         
Diminta:
Susun Laporan Harga Pokok Produksi    







PT. ABC
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI




Data Produksi
Produk masuk proses                                                                                           15.000 unit
Produk selesai                                                            12.500 unit               
PDP Akhir (BB 100 %, BK 80 % BOP 80 %)                  2.500 unit  +                 15.000 unit                                                                                                                    
                                                                                                                                           
Biaya Dibebankan
Elemen Biaya            Jumlah Biaya                     Unit Setara                                HP / unit
BBB                              Rp   30.000.        12.500+ (2500 x 100 %) = 15.000                   Rp  2
BTK                                        29.000   .    12.500+ (2500 x   80 %)  = 14.500                  Rp  2
BOP                                       14.500 .    12.500+ (2500 x   80 %) = 14.500                   Rp  1+
Jumlah biaya  Dibebankan    Rp   73.500                                                                        Rp   5

Perhitungan Harga Pokok
Harga pokok produk selesai
12.500 unit x Rp 5                                                                      Rp  62.500

Harga pokok PDP Akhir :
BBB :  2500   x  100 %   x  Rp 2  =  Rp 5000
BTK :  2500   x    80 %   x   Rp 2  =        4000
BOP :  2500  x     80 %   x  Rp 1  =        2000   +                 Rp   11.000  +                                                                                 Jumlah harga pokok yang diperhitungkan                  Rp   73.500




 Contoh : PT. Hammer
                PT. Hammer mengolah produk melalui satu tahap produksi dengan menggunakan metode harga pokok proses. Data produksi sbb:

Biaya produksi:
Bahan Baku Rp. 10.000.000
Tenaga Kerja  Rp.12.000.000
BOP Rp. 7.875.000

Data Produksi                              
Produk masuk proses           : 2.500 unit
Produk Dalam Proses Akhir  :    500 unit
                BB 100 %; BTK 80 %; BOP 50%    
Diminta: Susun Laporan Harga Pokok Produksi  






PT. Hamer
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI




Data Produksi
Produk masuk proses                                                                  2.500 unit
Produk selesai                                                               2.000 unit     
PDP Akhir (BBB 100 %, BTK 80 %, BOP 50%)      500 unit  +                 2.500 unit                                                                                                                                                                                                         
Biaya Dibebankan
Elemen Biaya  Jumlah Biaya                   Unit Setara              HP / unit
BBB                           Rp   10.000.000   2.000+ (500 x 100 %) = 2.500      Rp . 4.000
BTK                                   12.000.000   2.000+ (500 x   80 %) = 2.400               5.000        
BOP                                    7.875.000     2.000+ (500 x   50 %) = 2.250                3.500+
Jumlah biaya            Rp   29.875.000                                                         Rp   12.500
Dibebankan

Perhitungan Harga Pokok
Harga pokok produk selesai
2.000 unit x Rp 12.500                                           Rp  25.000.000

Harga pokok PDP Akhir :
BBB : 500 x 100 % x Rp 4.000  =  Rp   2.000.000
BTK : 500 x    80 %x Rp 5.000 =           2.000.000
BOP : 500  x    50%x Rp 3.500  =             875.000 + 
                                                          Rp   4.875.000
                                                                                                                        
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan             Rp 29.875.000




Latihan 1
Contoh :
            PT. XYZ mengolah produk melalui satu tahap produksi dengan menggunakan metode harga pokok proses. Data produksi sbb:
Biaya produksi:
Bahan Baku Rp. 50.000
Tenaga Kerja  Rp.71.850
BOP Rp 23.950

Data Produksi                                  
Produk masuk proses                        : 25.000 unit
Produk Dalam Proses Akhir :   3.500 unit
BB 100 % dan BK 70 %,         
Diminta: > Susun Laporan Harga Pokok Produksi 



Latihan 2
  • International Electronics membuat microchips dalam jumlah besar. Setiap microchips harus melalui perakitan dan pengujian. Total biaya perakitan selama Januari adalah.
  • Biaya bahan langsung 720.000, Biaya konversi 760.000, Total biaya manufaktur 1.480.000
  • 10.000 microchip dimasukan dalam proses, namun hanya 9.000 yg selesai. Semua bahan langsung telah ditambahkan ke 1.000 microchip yg tersisa, dan hanya 50% yg diselesaikan dengan biaya konversi
  • Berapakah harga pokok produk selesai dan harga pokok produk akhir?

C.2. Pengolahan Produk Melalui Beberapa            Departemen Produksi
Produk yang selesai diolah pada departemen pertama, selanjutnya ditransfer ke departemen berikutnya.
Produk yang selesai diolah pada departemen terakhir akan ditransfer ke gudang barang jadi.
Harga pokok pada departemen tertentu merupakan  akumulasi dari harga pokok departemen-departemen sebelumnya.

Contoh :
PT. Bajuku Indah adalah sebuah perusahaan garmen yang menghasilkan pakaian. Misalkan pakaian hanya diolah melalui dua departemen produksi yaitu Departemen Pemotongan dan Departemen Penyelesaian.
Data Produksi dan Biaya Produksi selama bulan Maret 2008, bulan pertama dari kegiatan operasional perusahaan adalah sebagai berikut :
Data Produksi                                            Dept. Pemotongan                         Dept. Penyelesaian
Produk masuk proses                      2.500 unit
Produk selesai yang ditransfer ke

Dept Penyelesaian                                                                                          2.400 unit                     
Produk selesai yang ditransfer ke gudang                                               2.350 unit
Produk Dalam Proses Akhir :
BB 100 % dan BK 80 %                     100 unit
BK 90 %                                                                                                         50 unit

Biaya Produksi                               Dept. Pemotongan                Dept. Penyelesaian
Biaya Bahan Baku                Rp   62.500.000                          -
Biaya Tenaga Kerja                     14.880.000                                        9.580.000
Biaya Overhead Pabrik               24.800.000 +                                Rp 11.975.000 +
Jumlah Biaya                         Rp 102.180.000                                  Rp 21.555.000

Susun Laporan Harga Pokok Produksi bulan Maret 2008





PT. BAJUKU INDAH
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PEMOTONGAN
MARET 2008



Data Produksi
Produk masuk proses                                                                  2.500 unit                                       
Produk selesai ditransfer ke Dept. Penyelesaian                     2.400 unit     
PDP Akhir (BB 100 % dan BK 80 %)    100 unit         2.500 unit                                                                                                   +
                                                                                                               
Biaya Dibebankan
Elemen Biaya Jumlah Biaya                  Unit Setara             HP / unit
BBB                Rp   62.500.000                          2.400 + (100 x 100 %) = 2.500     Rp  25.000
BTK                        14.880.000                          2.400 + (100 x   80 %) = 2.480     Rp    6.000
BOP                       24.800.000  +          2.400 + (100 x   80 %) = 2.480     Rp  10.000 +
Jumlah biaya                                      
Dibebankan  Rp 102.180.000                                                                         Rp  41.000

Perhitungan Harga Pokok
Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dept. Penyelesaian :
2.400 unit x Rp 41.000                                                            Rp  98.400.000

Harga pokok PDP Akhir :
BBB :  100   x  100 %   x  Rp 25.000  =  Rp 2.500.000
BTK :   100   x    80 %   x         6.000   =          480.000
BOP :  100   x    80 %   x       10.000   =          800.000             Rp     3.780.000 +                                                                                          
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan                             Rp 102.180.000






PT. BAJUKU INDAH
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PENYELESAIAN
MARET 2008
Data Produksi
Produk yang diterima dari Dept. Pemotongan          2.400 unit                               
Produk selesai yang ditransfer ke gudang                 2.350 unit       
PDP Akhir (BK 90 %)                              50 unit           2.400 unit                                                                               

Biaya Dibebankan
Elemen Biaya                 Jumlah Biaya            Unit Setara             HP / unit
HP dari Dept P’tongan   Rp   98.400.000          2.400  Rp                    41.000 
Biaya ditambahkan :
BTK                                      9.580.000    2.350 + (50 x 90 %) = 2.395       4.000
BOP                                   11.975.000                                                  2.395        5.000                                            
Jumlah biaya                  Rp 119.955.000                                              Rp 50.000
dibebankan                                                    

Perhitungan Harga Pokok
Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Gudang :
2.350 unit x Rp 50.000                                                                     Rp  117.500.000

Harga pokok PDP Akhir :
HP dari Dept P’tongan :50      x            Rp 41.000    =  Rp 2.050.000
BTK                             :50     x 90 % x Rp    4.000  =  Rp    180.000
BOP                             :50     x 90 % x   Rp  5.000  =  Rp    225.000 +   
                                                                                    Rp   2.455.00     00                                                                                                   

Jumlah harga pokok yang diperhitungkan                                    Rp 119.955.000
  • Sebuah perusahaan memiliki dept A dan B. Sebanyak 3500 bahan baku masuk ke dept A untuk diolah. 3000 unit ditransfer ke B untuk diproses lbh lanjut. Seluruh bahan terpakai serta 80% biaya konversi untuk produk dalam proses akhir di A. Di dept B, produk yg selesai sebanyak 2800 dan dikirim ke gudang. Produk akhir dalam proses di B mengandung 80% biaya konversi.
  • Untuk dept A, biaya bahan baku = 73.500 dan biaya tenaga kerja = 23.800, serta BOP sebesar 34.000
  • Untuk dept B, biaya tenaga kerja = 14800, serta BOP sebesar 11840.
  • Buatlah laporan harga pokok produksi.

D. Perlakuan Terhadap PDP Awal
Produk dalam proses pada akhir periode (PDP Akhir) akan menjadi produk dalam proses pada awal periode berikutnya (PDP Awal).
Perhitungan harga pokok jika terdapat PDP Awal dapat dilakukan dengan 2 metode :
  • Metode Rata-Rata
  • Metode FIFO

Metode Rata-rata
  1. Harga pokok PDP Awal dipecah kembali ke dalam setiap elemen biaya.
  2. Setiap elemen biaya harga pokok PDP Awal langsung digabung dengan setiap elemen biaya bulan yang bersangkutan.
  3. Tidak dibedakan asal dari produk selesai, apakah dari PDP Awal atau dari produksi sekarang.

Rumus :
Unit Setara = Produk Selesai + (PDP Akhir x TP)
TP = Tingkat Penyelesaian
Contoh :
Pada bulan April PT. Bajuku Indah memotong kain untuk menghasilkan 2.500 helai pakaian. Data produksi dan biaya produksi bulan April 2008 adalah sebagai berikut :
Data Produksi                                    Dept. Pemotongan        Dept. Penyelesaian
Produk Dalam Proses Awal :
            BB 100 % dan BK 80 %                    100 unit
            BK 90 %                                                                             50 unit

Produk masuk proses                              2.500 unit

Produk selesai yang ditransfer
            ke Dept Penyelesaian                              2.450 unit              

Produk selesai yang ditransfer
            ke gudang                                                                    2.400 unit

Produk Dalam Proses Akhir :
            BB 100 % dan BK 70 %                    150 unit
            BK 80 %                                                                            100 unit

Biaya Produksi                            Dept. Pemotongan                   Dept. Penyelesaian
Biaya Bahan Baku                    Rp    62.500.000                              -
Biaya Tenaga Kerja                         14.850.000                            9.740.000
Biaya Overhead Pabrik                   24.750.000 +                    Rp 12.175.000 +
Jumlah Biaya                           Rp  102.100.000                      Rp 21.915.000

HPP Pemotongan PDP Akhir Maret:                      
BBB     Rp 2.500.000
BTK              480.000
BOP               800.000

HPP Penyelesaian PDP Akhir Maret:                      
BBB     Rp 2.050.000
BTK              180.000
BOP               225.000

Susun Laporan Harga Pokok Produksi bulan April  2008 dengan menggunakan :
Metode Rata-rata





LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PEMOTONGAN
APRIL 2008
(Metode Rata-rata)



Data Produksi
PDP Awal ( BB 100 % dan BK 80 %)                                100 unit
Produk masuk proses                                                      2.500 unit          2.600 unit

Produk selesai ditransfer ke Dept. Penyelesaian  2.450 unit  
PDP Akhir (BB 100 % dan BK 70 %)                                150 unit          2.600 unit                                                                                                               +
                                                                                                               
Biaya Dibebankan
Elemen Biaya    HP PDP Awal   Biaya Bln April     Jml Biaya        US*       HP/ unit
BBB                    Rp 2.500.000     Rp 62.500.000    Rp 65.000.000    2.600    Rp 25.000
BTK                              480.000           14.850.000          15.330.000     2.555          6.000 BOP                           800.000           24.750.000          25.550.000     2.555        10.000
                                                          
Jumlah biaya   Rp 3.780.000    Rp 102.100.000  Rp 105.880.000                Rp 41.000
dibebankan                                                 
Perhitungan Harga Pokok
Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dept. Penyelesaian :
2.450 unit x Rp 41.000                                                                 Rp  100.450.000
Harga Pokok PDP Akhir :
BBB :  150   x  100 %   x  Rp 25.000  =  Rp 3.750.000
BTK :   150   x    70 %   x          6.000   =          630.000
BOP :  150   x    70 %   x        10.000   =       1.050.000               Rp     5.430.000 +
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan                                 Rp 105.880.000






LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PENYELESAIAN
APRIL 2008
(Metode Rata-rata)
Data Produksi
PDP Awal (BK 90 %)                                                         50 unit
Produk yang diterima dari Dept Pemotonga      2.450 unit +         2.500 unit
Produk selesai ditransfer ke Gudang                   2.400 unit         
PDP Akhir (BK 80 %)                                                      100 unit +         2.500 unit             
                                                                                                               
Biaya Dibebankan
Elemen Biaya   HP PDP Awal  Biaya Bln April        Jml Biaya        US*      HP/ unit
HP dr D. P’tg      Rp 2.050.000   Rp 100.450.000   Rp 102.500.000     2.500   Rp 41.000
BTK                             180.000                         9.740.000            9.920.000     2.480           4.000
BOP                            225.000            12.175.000          12.400.000     2.480           5.000
                                                          
Jumlah biaya     Rp  2.455.000    Rp 122.365.000   Rp 124.820.000                Rp 50.000
Dibebankan


Perhitungan Harga Pokok
Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Gudang :
2.400 unit x Rp 50.000                                                                     Rp  120.000.000

Harga Pokok PDP Akhir :
HP dari Dept P’tongan :  100      x    Rp 41.000  =  Rp 4.100.000
BTK                          :  100 x  80 %  x  4.000  =           320.000
BOP                         :  100 x  80 %  x  5.000  =           400.000  + Rp        4.820.000
                                                                                                                                   
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan                                    Rp 124.820.000

Metode FIFO
1.     Harga pokok PDP Awal tidak perlu dipecah kembali ke dalam setiap elemen biaya.
2.     Setiap elemen biaya harga pokok PDP Awal tidak langsung digabung dengan setiap elemen biaya bulan yang bersangkutan.
3.     Proses produksi dianggap untuk menyelesaikan terlebih dahulu PDP Awal, setelah itu baru menyelesaikan produk yang masuk proses bulan yang bersangkutan

Rumus :
Unit Setara = (PDP Awal x TP yang diperlukan) + Produksi Sekarang + (PDP Akhir x TP yang sudah dinikmati).
Produksi Sekarang  = Produk selesai  – PDP Awal
Contoh :
Pada bulan April PT. Bajuku Indah memotong kain untuk menghasilkan 2.500 helai pakaian. Data produksi dan biaya produksi bulan April 2008 adalah sebagai berikut :


Data Produksi                                 Dept. Pemotongan        Dept. Penyelesaian
Produk Dalam Proses Awal :
            BB 100 % dan BK 80 %                100 unit
            BK 90 %                                                                                           50 unit
Produk masuk proses                             2.500 unit
Produk selesai yang ditransfer
            ke Dept Penyelesaian                                                                     2.450 unit                         
Produk selesai yang ditransfer
            ke gudang                                                                                        2.400 unit
Produk Dalam Proses Akhir :
            BB 100 % dan BK 70 %                     150 unit
            BK 80 %                                                                                        100 unit


Biaya Produksi                        Dept. Pemotongan              Dept. Penyelesaian
Biaya Bahan Baku                            Rp    62.500.000                                   -
Biaya Tenaga Kerja                                 14.850.000                    9.740.000
Biaya Overhead Pabrik                         24.750.000                 Rp 12.175.000
Jumlah Biaya                                   Rp  102.100.000               Rp 21.915.000

HPP Pemotongan PDP Akhir Maret:              
BBB     Rp 2.500.000
BTK              480.000
BOP                800.000 +
            Rp 3.780.000
                         
HPP Penyelesaian PDP Akhir Maret:            
BBB     Rp 2.050.000
BTK               180.000
BOP               225.000 +
            Rp 2.455.000

Susun Laporan Harga Pokok Produksi bulan April  2008 dengan menggunakan
Metode FIFO





LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PEMOTONGAN
APRIL 2008
(Metode FIFO)



Data Produksi
PDP Awal ( BB 100 % dan BK 80 %)                               100 unit
Produk masuk proses                                                  2.500 unit          2.600 unit
Produk selesai ditransfer ke Dept. Penyelesaian      2.450 unit        
PDP Akhir (BB 100 % dan BK 70 %)                               150 unit          2.600 unit                                         

Biaya Dibebankan    
Elemen Biaya                  Jumlah Biaya                     Unit Setara *        HP/Unit
HP PDP Awal                Rp       3.780.000
Biaya Bln April
BBB                                       62.500.000                         2.500                           Rp 25.000
BTK                                       14.850.000              2.475                                                 6.000
BOP                                      24.750.000              2.475                                  10.000                                              

Jumlah biaya                Rp 105.880.000                                                          Rp 41.000
Dibebankan



Perhitungan Harga Pokok
Harga Pokok Produk Selesai terdiri dari :
HP PDP Awal (100 unit)                      Rp 3.780.000
Biaya Penyelesaian :
BTK  = 100  x  20 %  x  Rp   6.000  =             120.000
BOP = 100  x  20 %  x        10.000  =             200.000           
                                                                              +                                                4.100.000
Harga Pokok Produksi Sekarang
( 2.450 – 100 )  x  Rp 41.000                                                                           Rp  96.350.000 +
Harga Pokok Produk Selesai yang ditransfer ke Dept. Penyelesaian         Rp 100.450.000
Harga Pokok PDP Akhir :
BBB :               150   x  100 %   x  Rp 25.000  =    Rp   3.750.000
BTK :                150   x    70 %   x         6.000   =               630.000
BOP :               150   x    70 %   x       10.000   =            1.050.000               Rp     5.430.000
                                                                                                     +                         
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan                                                Rp 105.880.000

LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PENYELESAIAN
APRIL 2008
(Metode FIFO)
Data Produksi
PDP Awal (BK 90 %)                                                         50 unit
Produk yang diterima dari Dept. Pemotongan                      2.450 unit       2.500 unit
                                                                                                         +
Produk selesai ditransfer ke Gudang                                     2.400 unit       
PDP Akhir (BK 80 %)                                                       100 unit       2.500 unit                                                                                                                +
                                                                                                               
Biaya Dibebankan    
Elemen Biaya                  Jumlah Biaya                     Unit Setara*         HP/Unit
HP PDP Awal                Rp       2.455.000
HP dr Dept. P’tg                  100.450.000                        2.450                               41.000
Biaya Bln April
BTK                                        9.740.000                                  2.435                        4.000
BOP                                      12.175.000                       2.435                      5.000                                                    
Jumlah biaya                   Rp 124.820.000                                                  Rp 50.000
Dibebankan

Perhitungan Harga Pokok
Harga Pokok Produk Selesai terdiri dari :
HP PDP Awal (50 unit)                        Rp 2.455.000
Biaya Penyelesaian :
BTK = 50  x  10 %  x  Rp 4.000  =                 20.000
BOP = 50  x  10 %  x        5.000  =                 25.000           
                                                                               +                                             2.500.000
Harga Pokok Produksi Sekarang
( 2.400 – 50 )  x  Rp 50.000                                    Rp  117.500.000
Harga Pokok Produk Selesai yang ditransfer ke Gudang                            Rp 120.000.000
Harga Pokok PDP Akhir :
HP dr Dept. P’tg :        100           x           Rp 41.000  =    Rp   4.100.000
BTK :                              100   x    80 %   x         4.000   =              320.000
BOP :                             100   x    80 %   x         5.000   =                 400.00    Rp     4.820.000
                                                                                                     +                         
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan                                                  Rp 124.820.000


E. Tambahan Bahan Baku
     Pada Departemen Lanjutan
Dalam hubungannya dengan jumlah produk yang dihasilkan, tambahan bahan baku pada departemen lanjutan mempunyai dua kemungkinan :
  • Tidak menambah jumlah produk yang dihasilkan pada departemen dimana bahan baku tsb ditambahkan.
  • Menambah jumlah produk yang dihasilkan pada departemen dimana tambahan bahan baku tsb terjadi.

Tiger Paint Company
PDP Awal 800 unit            (BB 80 % dan BK 25 %)

HP dr Dept. Pewarnaan $ 1.532
BBB                                 1.692
BTK                                        57
BOP                                     114 +
                                    $ 3.395

Dept Pewarnaan                              Dept. Pencampuran                        Dept. Pengalengan
Pr. S                                                 Pr. S
2.000                                               5.800  +   BB    (lateks)      PDP Akhir 1.000 unit
4.000      (BB 100 % dan BK 50 %)

L
APORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PENCAMPURAN
MEI 2008
(Metode Rata-rata)

Data Produksi
PDP Awal (BB 80 % dan BK 25 %)                                               800 unit
Produk yang diterima dari Dept Pewarnaan                                 2.000 unit         
Tambahan Bahan Baku (Lateks)                                         4.000 unit          6.800 unit
                                                                                                       +
Produk selesai ditransfer ke Dept. Pengalengan               5.800 unit       
PDP Akhir (BB 100 % dan BK 50 %)                         1.000 unit          6.800 unit                                                                                                        +
Biaya Dibebankan    
Elemen Biaya            HP PDP Awal     Biaya Bln Mei      Jml Biaya    Unit Setara*   HP/ unit
HP dr D. P’wn           $  1.532              $  12.000             $  13.532           6.800          $  1,99
BBB                          $  1.692               $  16.940            $  18.632           6.800              2,74
BTK                                      57                              3.660                   3.717           6.300              0,59                  
BOP                                 114                      7.320                   7.434           6.300              1,18                                                         
Jml biaya dibebankan   $  3.395               $  39.920             $  43.315                       $  6,50

Perhitungan Harga Pokok
Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dept. Pengalengan :
5.800 unit x $ 6,5                                                          $ 37.700
Harga Pokok PDP Akhir :
HP dr Dept. P’wn : 1.000   x   $ 1,99  = $ 1.990
BBB                      :  1.000   x  100 %   x     2,74  =   2.740
BTK                       :  1.000   x    50 %   x     0,59  =      295   
BOP                    :    1.000   x    50 %   x     1,18  =      590           5.615
                                                                                                +                                 
Jumlah harga pokok yang diperhitungkan             $ 43.315


TIGER PAINT COMPANY
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
DEPARTEMEN PEMOTONGAN
MEI 2008
(Metode FIFO)
Data Produksi
PDP Awal (BB 80 % dan BK 25 %)                                                 800 unit
Produk yang diterima dari Dept Pewarnaan                         2.000 unit         
Tambahan Bahan Baku (Lateks)                                            4.000 unit  +        6.800 unit

Produk selesai ditransfer ke Dept. Pengalengan                  5.800 unit        
PDP Akhir (BB 100 % dan BK 50 %)                           1.000 unit          6.800 unit                                                                                                           
Biaya Dibebankan    
Elemen Biaya                                      Jumlah Biaya                       Unit Setara *               HP/Unit
HP PDP Awal                                           $  3.395
HP dr Dept. P’wn                                     $ 12.000                  6.000                     $ 2,00                                                                    
Biaya Bln Mei
BBB                                                    16.940                6.160                 2,75
BTK                                                  3.660                  6.100                0,60                  
BOP                                                  7.320                  6.100                1,20                      
Jumlah biaya dibebankan         $ 43.315                                        $  6,55

Perhitungan Harga Pokok
Harga Pokok Produk Selesai terdiri dari :
HP PDP Awal (800 unit)                         $ 3.395
Biaya Penyelesaian :
·         BBB     =   800  x  20 %  x  $ 2,75   = $    440
·         BTK      =   800  x  75 %  x  $ 0,60   =       360
·         BOP     =   800  x  75 %  x  $ 1,20   =       720          
+         $    4.915
Harga Pokok Produksi Sekarang
( 5.800 – 800 )  x  $ 6,55                                               $  32.750

Harga Pokok Produk Selesai yang ditransfer ke Dept. Pengalengan        $ 37.665
Harga Pokok PDP Akhir :
HP dr D. P’wn   : 1000    x   $ 2,00  =  $ 2.000
BBB                  : 1.000   x  100 %    x     2,75  =           2.750
BTK                  : 1.000   x    50 %    x     0,60              =               300
BOP                 : 1.000   x    50 %    x     1,20              =               600              5.650                                  

Jumlah harga pokok yang diperhitungkan                                            $ 43.315

Soal Quiz
o  Garment Betha adalah sebuah perusahaan konveksi rumah tangga yang menghasilkan pakaian anak-anak, diasumsikan produk harga diolah melalui satu departemen produksi saja:
o  Data yang tersedia berkaitan dengan produksi dan biaya sbb:
  1. Pada awal bulan april 2009 terdapat 100 helai pakaian yang belum selesai dikerjakan pada akhir Maret 2009 yang telah menyerap biaya bahan baku Rp. 1.500.000, biaya tenaga kerja Rp 640.000 dan BOP Rp. 560.000. BB 100% dan BK 80%
  2. Selama bulan April 2009 telah dijahit pakaian sebanyak 1000 helai dengan biaya bahan baku sebesar Rp. 15.000.000, biaya tenaga kerja Rp. 8.040.000 dan BOP Rp. 7.035.000

  1. Sampai akhir bulan April 2009 telah diselesaikan pakaian sebanyak 1050 helai dan sisanya masih dalam proses sebanyak 50 helai dengan tingkat penyelesaian 100% untuk bahan baku, 70% Tenaga kerja, 70% BOP.
Diminta:
  1. Susun laporan Harga Pokok Produksi April 2009 dengan metode Rata-rata
  2. Hitung harga jual per helai pakaian jika perusahaan menginginkan laba kotor 60% dari harga pokok.